[] Bilik Menulisku: Kumpulan Fiksi Rara & Jaka

Jumat, 26 Oktober 2018

Kumpulan Fiksi Rara & Jaka


"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya." ~ Al-Fajr, 27-28

Dua ayat dalam Al-Qur'an ini membuat saya terhenyak pada suatu waktu dulu. Apa itu jiwa yang tenang? Bagaimanakah hati yang puas lagi diridhoiNya? Akankah saya kembali dalam keadaan itu?

Dari sana, pencarian saya dimulai. Pencarian untuk jiwa yang tenang, agar bisa kembali dengan puas dan diridhoi. Kemudian, terjadilah seperti yang selalu dikatakan oleh banyak orang; jika seorang murid siap, maka didatangkanlah Guru. And all of a sudden, sejak itu, Guru-guru pun berdatangan menemui saya.

Salah satunya berkata begini,

"Memilih jalan spiritual adalah membuka hatimu kepada kebenaran hakiki dan penyelarasan dirimu dengan Tuhan" ~ Erianto Rachman

Kalimat itu membuat hati saya tenang, dan karena hati adalah cerminan jiwa, jadi jiwa saya pun tenang. Saya lalu tersenyum, memang jalan inilah yang saya cari.

Dalam perjalanannya, saya banyak sekali mendapat pelajaran dari para Guru, masing-masing dengan karakter dan materinya yang khas. Dalam hal belajar ini -seperti hal apapun lainnya- saya tidak pernah memandang suku-ras-agamanya. Saya sadar sepenuhnya, bahwa semua orang sedang mengemban tugasnya masing-masing di dunia. Dan beberapa orang yang dijodoh-temukan dengan saya memiliki tugas mengajarkan kehidupan, terlepas dari mana mereka berlatar belakang. Kalau tidak "bertugas" mengajarkan saya, niscaya tidak akan pernah ada nama mereka dalam catatan hidup saya.

Untuk mengabadikan pelajaran-pelajaran tersebut, saya membuat tokoh Rara dan Jaka. Hampir semua yang didapatkan dari para Guru saya buatkan fiksinya, agar sesiapapun yang membaca bisa turut paham. Paham bahwa sejatinya hidup adalah perjalanan yang indah dan penuh cinta, jika benar-benar mau berserah dan berdansa dengan semesta alamNya. Sebaliknya, hidup hanya akan berisi keluhan dan ketidaknyamanan, jika jiwa tidak selaras dan harmonis dengan kehendakNya.

Rara Santika Padma adalah seorang perempuan yang sedang mencari jati dirinya. Ia yang cerdas nan manja selalu menggelitik hati Jaka, sang kekasih, sang suami. Diceritakan, misinya di bumi adalah untuk menceritakan indahnya dunia. Jaka Kalpika Buana digambarkan sebagai sosok bijak bestari yang sudah sangat paham mengenai kehidupan. Ketenangannya yang tidak terputus membuatnya selalu dalam meditative state, yang senantiasa eling lan waspada. Tugasnya di bumi adalah membimbing dan mendampingi Rara, istrinya, belahan jiwanya, untuk bersama membagikan cerita menuju kesadaran tertinggi kepada dunia. Tugas mulia dengan menjadi alatNya, untuk kembali dengan hati yang ikhlas kepada, dan diridhoi oleh, Nya. 

Mereka berada dalam ikatan cinta yang sudah tak terhitung lamanya, untuk membentuk keluarga yang sejati, lalu saling bahu-membahu menebar cinta dan pelajaran hidup kepada sesama.

Jika ada yang mengira bahwa belajar spiritual adalah suatu hal yang menjemukan, melelahkan, atau bahkan menakutkan, maka sebaiknya mendengarkan pesan Jaka untuk sang kekasih hati, Rara, dalam perjalanan mereka menuju kesejatian;

"Kamu ngga lagi belajar sama aku, kok, kita hanya sedang bercinta" 

...bercinta denganNya, Sang Maha yang selalu merindu, yang senantiasa mengajak berdansa.

********
Yuk, belajar bersama Rara dan Jaka dalam berbagai fiksi mereka berikut ini:
Tentang Hukum Alam

...masih banyak lagi, ditunggu yaa _/|\_

Rara & Jaka, at the beginning:

Jaka and Rara are well said by this...
“Explanation by the tongue makes most things clear, but love unexplained is clearer.” ~ Jalaludin Rumi

1 komentar: