[] Bilik Menulisku

Rabu, 19 Desember 2018

Fiksi Rara & Jaka; Tentang Konfirmasi


Pagi ini mendung. Jaka tidak sedang ada pekerjaan di luar kota, dan Rara juga sedang term break di tempatnya mengajar. Tapi mereka tidak sedang ingin pergi ke mana-mana untuk menghabiskan waktu. Jadi keduanya hanya akan berada di rumah saja; membaca buku, mainan daring, dan nonton tv. Rara juga punya rencana memasak, mumpung suaminya di rumah dan ia bisa memanjakannya lewat makanan.

"Maunya sarapan apa?" tanyanya sambil menggeliat.

"Apa aja..." jawab yang ditanya sambil mengambil lagi istrinya ke dalam pelukan. "Jangan ke mana-mana dulu..." pintanya dengan suara malas.

Fiksi Rara & Jaka; Tentang Berdansa


Jaka dan Rara sedang berada di taman dekat rumah. Keduanya baru saja selesai jogging dua putaran, dan ingin duduk-duduk sebentar di rerumputan untuk menghilangkan keringat. Sepasang kakek-nenek lewat di hadapan mereka, sambil tertawa dan bergandengan mesra.

"Duh..." Rara sulit memilih kata-kata berikutnya, jadi ia menyaksikannya saja dengan haru.

"Senang ya, lihat yang begitu serasinya..." Jaka menimpali.

"Iri aku..." kata Rara sambil mbrebes mili.

"Loh, kita kan juga begitu..." Jaka memeluknya -walaupun tau pasti sebentar lagi istrinya itu berurai air mata.

Minggu, 16 Desember 2018

Fiksi Rara & Jaka; Tentang Feminin dan Maskulin


Sejoli Jaka dan Rara masih bermalam mingguan di jalan Braga, salah satu tempat paling bersejarah dan asyik di Bandung. Mereka masih berusaha menghabiskan isi cangkir kopinya, sambil menyaksikan keramaian khas kota kembang yang perpaduan antara lucu dan seru.

"Jadi benar, bahwa laki-laki itu sulit sekali menyatakan rasa?" Rara menyisip cangkirnya.

Jaka sedang menyalakan batang rokok keduanya, jadi ia hanya mengangguk mengiyakan.

"Jadi, bagaimana mengekspresikannya? Katamu, jiwa tidak bergender, dan memiliki kedua kualitas dengan setara -maskulin dan feminin," Rara mencecarnya.

"Dengan tindakan," Jaka menjawab santai. Ia mengisap rokok dan mengepulkan asapnya lagi dengan nikmat.

Kamis, 13 Desember 2018

Fiksi Rara & Jaka; Tentang Dosa


Malam itu Jaka dan Rara baru saja keluar dari bioskop di sebuah mall. Sebuah film bertema penyihir baru saja disaksikan. Rara suka sekali serial Harry Potter, dan karenanya, film yang konon adalah cikal bakal kisah kesukaan itu harus ditonton. Jaka juga jadi ikutan suka -atau sebenarnya hanya supaya istrinya senang saja? Entahlah...

"Aku paling suka sama Dumbledore," Rara menggelayut manja pada Jaka sambil berjalan ke luar. "Selama yang kukenal, ia hanya kakek tua sakti yang berjenggot putih, ternyata seganteng Jude Law, hihihi."

Jaka ikut tertawa. Ia bukan tipe cemburuan, jadi kekaguman Rara hanya diresponnya dengan santai. "Aku tertarik pada kisah hidupnya. Katamu, dia menyimpan banyak rahasia di dunia persihiran, kan?"

Rabu, 12 Desember 2018

Fiksi Rara & Jaka; Tentang Selaras


Hari ini Jaka pulang dari kerjaanya di luar pulau. Ia meminta Rara menjemput, supaya bisa diajaknya sang istri itu nonton bioskop. Jadilah sore itu Rara sudah berdiri manis di depan pintu penjemputan di terminal kedatangan, menunggu suaminya yang katanya sedang berjalan keluar.

"Halo sayang..." suara Jaka terdengar dekat sekali di telinga Rara.

Ya ampun, laki-laki itu ternyata sudah ada di sampingnya, menyelinap diam-diam untuk mengagetkan. Jail!

Terkejut, Rara melonjak. "Nakal!" protesnya begitu sadar.

"Duh, jangan ngomong-ngomong nakal doong..." Jaka mengerang. "Banyak orang nih..."

Rara tertawa. "Lah emang mau ngapain?"

Fiksi Rara & Jaka; Tentang Bergetar


Jaka dan Rara masih dalam perjalanan wisata mereka. Hari ini, keduanya baru saja mengunjungi candi Prambanan, dan sedang duduk-duduk mengistirahatkan kaki. Destinasi wisata itu sudah dikelola lebih baik, terutama mengenai penjualan cinderamata. Namun demikian, tetap ada saja satu-dua yang menghampiri mereka.

Rara melirik-lirik suaminya dengan pandangan bingung. Ia memang jenis yang tidak tegaan. Jaka membalas dengan tatapan tegas: tidak usah beli apa-apa. Tapi apa daya, hatinya melunak menjadi permakluman saat mendapatkan wajah sang istri berubah sedih.