[] Bilik Menulisku

Minggu, 02 Agustus 2020

FIksi Rara & Jaka; Tentang Kewelasasihan


Pada jelang sore itu, Jaka dan Rara masih menyelesaikan tugas work from home-nya masing-masing. Sudah berjam-jam, dan penat akhirnya melanda. Tanpa banyak bicara, hanya dalam sekali pertukaran pandang, keduanya langsung saling setuju untuk rehat. Rara lalu beranjak ke dapur, mencari sesuatu untuk menemani teh sore mereka, sedang Jaka meluruskan kakinya sejenak sebelum melangkahkannya ke teras depan.

“Masih sibuk?” Rara melewati suaminya yang bergeming menatap layar gawai. Diletakannya nampan berisi sepiring getuk lindri –kue tradisional berbahan singkong yang ditemukannya di tukang kue langganan yang biasa lewat- dan seteko teh hangat beserta dua cangkirnya. 

“Ini…” yang ditanya menjawab. “Biasa, ada yang cerita…” Setelah itu, diletakkannya telepon pintarnya di meja lalu menyantap hidangannya dengan suka cita. 

Minggu, 26 Juli 2020

Tentang Mengirim Energi Kasih-2



Belakangan ini, Rara dan Jaka sedang sering berjauhan. Ada saja yang harus dikerjakan oleh masing-masing, walau tidak memengaruhi komunikasi mereka. Seperti pagi itu, saat Rara sedang merindu sang suami yang berada nun jauh di sana.

"Just sent you a piece of love..." ia menuliskan pesan.

"Iya," Jaka menjawab. "Kerasa..." Sebuah emoticon tersenyum dibubuhkannya di ujung kalimat.

Rabu, 03 Juni 2020

Fiksi Rara & Jaka; Tentang Mengirim Energi Kasih


Malam ini Jaka dan Rara sedang terpisah jarak lagi. Seperti biasa, ada tugas luar kota yang harus dikerjakan Jaka, yang sama sekali tidak terpengaruh oleh masalah pandemi yang sedang melanda secara global. Rara, yang sama tidak ambil pusingnya tentang hal itu, setia menunggu saja di rumah. Ada banyak deadline yang harus dikerjakannya juga, salah satunya adalah tugas menulis dari Semesta yang baru saja selesai.

Minggu, 17 Mei 2020

Fiksi Rara & Jaka: Tentang Siwa dan Shakti -2


Malam ini, Jaka dan Rara masih tertahan di beranda depan. Berbincang mengenai Siwa dan Shakti, tentang bagaimana laki-laki terhadap perempuan. Sungguh sebuah isu feminisme yang bisa membangkitkan selera Rara untuk berdebat. Namun seperti biasa, Jaka mampu membuat istrinya mengerti dengan caranya yang menenangkan, berikut dengan godaannya yang menghanyutkan...

"Ya kamu juga sih..." balas Jaka masih tertawa. Digulirkannya pandangan dari atas ke bawah, menyapu seluruh tubuh Rara.

Dipandang seperti itu, mau tidak mau Rara tersipu. Wajahnya memanas, walau ditutupinya dengan pertanyaan galak, "Aku kenapa?"

Fiksi Rara & Jaka: Tentang Siwa dan Shakti -1


Jaka dan Rara, seperti yang lainnya, sudah melakukan banyak kegiatan bersama-sama selama lockdown ini. Termasuk bernyanyi-nyanyi gaje seperti malam ini...

I found a love for me
Darling just dive right in
And follow my lead
I never knew you were that someone 
waiting for me...

Selasa, 05 Mei 2020

Fiksi Rara & Jaka; Tentang Sensor Alam



Sesorean ini, Jaka dan Rara asyik dengan gawainya masing-masing. Jaka, seperti biasa, melanjutkan permainan bertarungnya secara daring, dan Rara, seperti biasa juga, memilih menelusuri lini masa media sosialnya. Sungguh dua kegemaran yang sangat berbeda. Tiba-tiba, sebuah pesan instan masuk untuk Rara.

"Halo Rara, apa kabar?" begitu isinya. 

Kalimat itu sederhana saja, sebenarnya. Datang dari seseorang yang dikenalnya, walau tidak terlalu akrab. Tapi Rara mengernyit. Ada semacam perasaan tidak nyaman menggelenyar di dadanya. Diindahkannya sensasi itu, lalu mengetik jawaban.