[] Bilik Menulisku

Kamis, 21 Maret 2019

Fiksi Rara & Jaka; Tentang Jatah


Sepagi ini, Rara sudah galau lagi. Sarapan sudah selesai, meja makan sudah kembali rapi, dan piring gelas pun sudah dicucinya bersih-bersih. Tapi Jaka masih melihatnya mondar-mandir ngga jelas, jadi tentu ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.

"Ada apa, Ra?" tanyanya lembut. diajaknya sang istri untuk duduk di sofa, sambil memberikan sebuah Rubik untuk dijadikan sasaran kegelisahan.

Benar saja, Rara langsung memainkan kubik mainan itu, berusaha merapikan warna-warnanya, walau hasilnya makin kacau. Orang yang gelisah memang butuh penyaluran secara kinetis, kalau ia belum bersedia menyalurkannya melalui lisan. 

Jaka menunggu dengan sabar, sampai Rara menyerah dengan mainannya dan mulai cerita.

"Bosku mau resign dan pindah ke Jakarta minggu depan..." katanya memelas. 

Selasa, 19 Maret 2019

Fiksi Rara & Jaka; Tentang Hukum Keseimbangan


Malam masih muda sekali saat Jaka pulang. Matahari baru saja terbenam, dan Rara baru selesai memasak. Ia jarang masak, tapi mumpung Jaka tidak sedang tugas di luar kota, maka disempatkannya membuat makan malam. Bukan jenis yang susah dan canggih, karena pada dasarnya Jaka suka semua makanan.

"Halo sayang?" sapaan Jaka terdengar dari pintu.

"Haiii..." Rara menghampiri dan memeluk suaminya.

Jaka mengecup kepala istrinya, lalu menggandengnya ke sofa. 

Minggu, 17 Maret 2019

Fiksi Rara & Jaka; Tentang This Too, Shall Pass


Sudah hari Minggu lagi. Rara mengajak Jaka untuk jalan-jalan lagi di taman depan, sambil sedikit berolah raga. Dan, lagi-lagi hidup melemparkan kedualitasannya di hadapan, seakan tidak ingin melewatkan kesempatan dalam memberikan pelajaran. Seperti biasa, Raralah yang baper...

"Senangnyaa..." katanya berkomentar, saat melihat segerombolan orang berpakaian rapi. Yang perempuan nampak cantik dengan sanggul dan kebaya, sedang yang laki-laki gagah dengan celana panjang dan kemeja batiknya.

"Wah, pak tetangga anaknya sudah wisuda," Jaka ikut melambaikan tangan pada rombongan itu. 

Jumat, 15 Maret 2019

Fiksi Rara & Jaka; Tentang Galau


Kamis malam ini, Rara uring-uringan lagi. Entah apa masalahnya, tapi terlihat kesal di depan tivi. Tidak ingin diajak ngobrol, apalagi diminta cerita. Sadar dengan keriuhan pikiran istrinya, Jaka memeluknya sebentar lalu melipir ke kamar. Lebih baik ia meninggalkan Rara sendirian dulu...

"Aku lagi bingung," Rara menyusul suaminya yang sudah tidur-tiduran.

Jaka tersenyum. Rara memang tidak betah berlama-lama tidak bicara. "Kenapa..?" tanyanya lembut.

Minggu, 10 Maret 2019

Fiksi Rara & Jaka; Tentang Sketsa


Seusai mengikuti sebuah acara kajian Spiritual, Rara dengan senang hati membawa oleh-oleh dua lembar sketsa Jiwa dan sketsa energi. Acara yang semakin ke sini semakin rutin digelar itu unik. Membabar tentang asal-mula serta tujuan keberadaan seluruh semesta raya melalui kacamata holistik --secara Modern Science serta Kebijaksanaan Lokal Nusantara. Rara suka sekali, sehingga menghadirinya seakan-akan memenuhi suara di hatinya yang memanggil-manggil. 

"Look what I got," katanya setelah duduk di sisi kiri pengemudi. Pamer.

Jaka menjemputnya di tempat acara, dan rencananya mereka akan mampir ke sebuah tempat makan dalam perjalanan pulang.

"What?" tanya Jaka, yang kemudian dijawab dengan lambaian dua lembar sketsa di depan mata.

Jumat, 08 Maret 2019

Fiksi Rara & Jaka, Tentang Setetes Air dan Samudera


Jaka dan Rara sedang sibuk dengan deadline-nya masing-masing, di rumah. Jaka memilih duduk tegak di kursi makan bersama ipad-nya, sedang Rara bergelung nyaman di sofa dengan laptop di pangkuan. Tidak ada bebunyian, kecuali suara Ed Sheeran dari gawai Rara, mendendangkan sebuah lagu kekinian yang membawa pada suasana hati rileks.

"Darling just kiss me slow, your heart is all I own..." Rara turut bersenandung. 

Jaka mendongak. "Itu nyanyi apa minta?" tanyanya. Sudah cukup lama ia bekerja, saatnya rehat sejenak.

"Baby I'm dancing in the dark, with you between my arms..." Jaka berbisik di telinga istrinya. Tanpa nada, ia tidak suka bernyanyi, tapi syair itu benar-benar menyuarakan isi hatinya.