[] Bilik Menulisku: Mudra untuk Kesadaran

Selasa, 14 November 2017

Mudra untuk Kesadaran

Mudra untuk Kesadaran, Mudra for Conciousness ~ Belakangan ini, saya sedang giat belajar mengenai keSADARan. Bukan 'sadar' yang 'tidak tidur', atau 'siuman dari pingsan', atau 'sembuh dari gila', tapi sadar dalam arti,

"Mengamati atau menyadari setiap peristiwa lahir maupun bathin, dengan perasaan yang bening, hening, dan damai." ~ Kutipan dari 'sekadar' obrolan dengan seorang Guru, kang Sarman.*

Misalnya, sadar bahwa saat ini saya sedang menulis, dan bahwa di luar sana ada kicauan dari dua jenis burung berbeda yang bersahutan. Sudah, begitu saja. 

Sadar yang demikian ini membawa kepada perasaan tenang, karena tidak terbebani dengan pikiran maupun perasaan. No further thinking, no judgement, kecuali menyadari, mengamati. Perasaan tenang yang pada gilirannya mengarahkan untuk bersikap juga tenang. Jika bersikap tenang, then everything is under control.

Semestinya, sadar ini berlaku untuk seterusnya, dalam setiap peristiwa. Tapi yang namanya manusia dengan 'aplikasi-aplikasi bawaan' yang sudah terinstalled, pasti ada pikiran dan emosi yang tak sengaja 'slipped out of control' (atau terkadang malah memang sengaja dilakukan....). Pikiran dan emosi yang kadang berujung pada perbuatan yang penuh penyesalan.

Yuk, belajar sadar lebih dengan Chin Mudra! Belajar hanya untuk mengamati, sehingga pikiran tenang. Kemudian bathin pun tenang, dan akhirnya membawa dampak pada pembawaan diri yang lebih tenang.

Oya, yang mau berkenalan dahulu dengan Mudra, sila mampir ke artikel ini.

Chin Mudra

Dalam perjalanan belajar sadar ini, saya menemukan Chin Mudra. Dalam bahasa Sansekerta, Chin berarti 'Kesadaran', atau dalam bahasa Inggris 'Consciousness'. Sebenarnya, mengaplikasikan Mudra dengan formasi manapun akan membawa pada ketenangan. Ketenangan yang efeknya lumayan lama tinggal dalam diri, biarpun melakukan Mudranya hanya sekadar 5 menit saja, misalnya. Tapi Chin Mudra mengkhususkan diri pada Kesadaran.

Chin Mudra hampir mirip dengan Jnana atau Gyan Mudra, yaitu Mudra untuk Kebijaksanaan. Kedua Mudra ini seperti kakak-adik, dan yang paling sering diaplikasikan oleh para praktisi Yoga. Tujuannya adalah untuk membawa pada ketenangan yang sejati, karena merasa dekat dengan Sang Illahi. Kedekatan ini direpresentasikan dalam formasi jari telunjuk dan ibu jari yang saling bersentuhan. Bedanya, Jnana Mudra dilakukan dengan posisi tangan menghadap ke atas, agar terbuka ke arah langit dan Sang Pencipta, sedangkan Chin Mudra berposisi tangan menghadap ke bawah, agar urat-urat dan nadi saling bersentuhan.

Dalam berMudra, jari-jari tangan merupakan representasi dari:

Ibu jari: Tuhan
Telunjuk: Diri sendiri
Tengah: Ego
Manis: Ilusi
Kelingking: Perbuatan

Tiga jari terakhir juga disebut sebagai 'tiga kualitas intrinsik sifat manusia', yaitu:

Tengah: Kemurnian, Kebijakan, Pemahaman Sejati
Manis: Tindakan, Gairah, Gerakan
Kelingking: Ketidakberdayaan, Kelesuan, Kegelapan

Manusia diharapkan untuk satu demi satu melampaui tiga sifat ini. Tercerahkan melalui proses perjalanan dari kegelapan, kelesuan, ketidakberdayaan (kelingking) menuju kepada terang, gairah, tindakan (jari manis). Kemudian, dari tindakan dan gairah, bergerak maju menuju kebijakan dan pemahaman sejati (jari tengah). Jika kemurnian tiba, maka manusia akan menemukan dirinya yang asli (jari telunjuk), murni dengan segala kesempurnaan bathinnya, hingga siap menuju sang Pencipta (ibu jari). 
 
....dan Chin Mudra hadir untuk proses itu. 

Selain dari keagungan filosofinya, formasi jari Chin Mudra memang secara harafiah membawa pada kesadaran. Ujung ibu jari dan telunjuk yang bersentuhan menghasilkan gelombang elektromagnetik yang mengaktifkan nadi. Apalagi, nadi utama pada pergelangan tangan akan juga bersentuhan dengan banyak syaraf di lutut/paha, menstimulasinya untuk bersama membuat keterjagaan dalam keheningan.

Selain dilakukan sambil duduk bersila dan dalam suasana yang mendukung (tidak bising atau disambi pekerjaan lain), Chin Mudra juga sering dilakukan dalam teknik pernapasan Pranayama. Formasi Chin (juga Jnana) Mudra dianggap sebagai gerakan psiko-saraf sederhana, namun sangat efektif mengarahkan energi yang biasanya lepas ke udara, kembali berputar dalam tubuh. Mengaplikasikan Mudra ini oleh karenanya memiliki beragam manfaat, baik bagi raga maupun jiwa.



Caranya: Satukan ujung-ujung ibu jari dengan telunjuk, sehingga saling bersentuhan dengan lembut. Biarkan jari-jari lainnya tetap lurus namun tidak kaku. Duduk dalam posisi bersila (atau jika tidak mampu, duduk atau berbaringlah senyamannya), dan letakkan masing-masing formasi tangan pada ke dua paha/lutut. Formasi tangan menghadap ke bawah, yang akan menghasilkan efek 'membumi'. Lakukan selama 5 menit, atau senyamannya sampai pikiran tenang dan hati damai.

......

Pose terbaik untuk melakukan self healing Mudra adalah dengan duduk bersila dan punggung lurus (walaupun tentu saja dalam kasus-kasus tertentu bisa dilakukan dengan duduk bersandar atau berbaring). Lakukan dengan tenang sambil memperhatikan napas. Berkonsentrasi hanya pada menarik dan menghembuskan napas akan membantu pikiran untuk rileks dan tidak kemana-mana. Pada saat itu, energi akan mengalir sesuai dengan formasi Mudranya, dan dengan izin Tuhan, bisa menyembuhkan serta membantu mewujudkan harapan.


Tentang manfaat Mudra yang lain ada di sini:


3. Untuk Kepribadian yang Baik

atau di sini
"Mudra, a simple, easy, and free way of self healing"  

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!




*Note: Bila ingin berkenalan atau belajar lebih banyak mengenai kesadaran, sila berdiskusi dengan kang Sarman pada laman facebooknya ini. 

Disclaimer: Mudra adalah sebuah bentuk pengobatan alami diri sendiri yang bisa menyembuhkan, tanpa efek samping. Tapi tentu saja, setiap manusia harus berikhtiar dalam sakitnya dengan menemui ahli-ahli medis. Bila diaplikasikan, Mudra akan seiring sejalan dengan pengobatan medis yang sedang dilakukan.

17 komentar:

  1. Wah, mudra yaa, pengen belajar lebih dalam :)

    BalasHapus
  2. aku kapan waktu minta suamiku buat mudra.. pas lagi batuk pilek kalo ga salah. Gak lama setelah mudra.. eh malah molor.

    BalasHapus
  3. Baru kali ini mendengar bahasa mudra mba.. ternyata pengobatan alami juga ya... mungkin bs jd referensi jika ada yang memerlukan ya mba

    BalasHapus
  4. Penting bgt nih teh buat saya yg pikirannya suka ke mana2...

    BalasHapus
  5. Wah ternyata mudra ini banyak banget, susah kali ya ngapalinnya hehee

    BalasHapus
  6. Woaaa nambah lagi, muga klo salse bisa ubek2 n belajar hehe

    BalasHapus
  7. aku pingin diajari mbak mudra ini langsung
    biar tenang

    BalasHapus
  8. Penting banget nih, sulit banget menjaga kesadaran

    BalasHapus
  9. Sudah save beberapa foto mudra di hp, eh hilang, save lagi ah

    BalasHapus
  10. makin banyak ya metode self healing.

    Tapi aku bukan termasuk golongan yang percaya sama self healing begini sih, hehehe.

    BalasHapus
  11. Nambah lagi referensinya. Huaaa yang lama juga belum semua aku praktikin nih, Teh. *tutup muka*

    BalasHapus
  12. Cocok pisan mudranya buat netizen-netizen jaman now yang kelakuannya ajaib biar segera sadar kembali ke jalan yang benar, teh 😂

    BalasHapus
  13. Kalau bisa didalami enak ya teh bisa mudra gini. Apalagi mudra kesadaran, ini penting deh apalagi buat orang yang gampang stress. Karena kerasa banget kalau hati damai, semuanya jadi lebih mudah rasanya

    BalasHapus
  14. Terima kasih info tentang mudranya. Nambah wawasan lagi

    BalasHapus
  15. Wah... baru tahu... penting buat people zaman now yang makin apatis sm lingkungan...

    BalasHapus
  16. Mbak aku beberapa kali mencoba cara mudra yang diberikan, salah satunya adalah mudra yang dua tangan dikatupkan dan dibuka secara perlahan dengan ibu jari dan kelingking masih bersentuhan. Dan ini, aku mau coba mudra untuk kesadaraan.

    BalasHapus