[] Bilik Menulisku: Mengapa Mudra?

Rabu, 11 Oktober 2017

Mengapa Mudra?

Seperti yang pernah dialami juga oleh banyak yang lainnya, saya sedang belajar menata hidup. Bukan karena hidup saya sangat berantakan, alhamdulillah bukan, tapi karena sadar bahwa sudah cukup banyak melenceng dari sejatinya tujuan hidup seorang makhluk Tuhan.

Tiap orang tentu punya tujuan hidupnya masing-masing, kalau saya, ingin menjalani hidup yang rasanya mirip-mirip dengan di keabadian nanti. Keabadian yang tenang dan damai, karena berada dalam buaian Sang Ilahi. Jadi menurut saya, tujuan hidup adalah menjalaninya dengan seikhlas mungkin, demi kembali dalam keadaan berserah dan diridhai.  


Tapi, ikhlas adalah tahap terakhir dari setiap ikhtiar, setelah berdoa dan berusaha. Tahap yang paling rendah effort-nya tapi paling tinggi tingkat kesulitannya. 

Setiap orang, dengan bekal pendidikan, pengetahuan, pengalaman, sampai ke 'backing'an ekonomi dan sosial, pasti punya perasaan besar hati. Merasa mampu untuk melakukan suatu hal sampai ke kejayaan. Dan memang buktinya demikian. Orang-orang sukses bertebaran, menjadikan hal ini bukan hoax belaka. 

Perasaan yang kemudian sering membesarkan hati dan membumbungkannya sampai (terlalu) tinggi, hingga kemudian jadi lupa diri. 

Lupa, bahwa tidaklah harus, sebuah ikhtiar itu berjaya. Khilaf, bahwa ada kekuatan yang jauh lebih digdaya daripada segala bekal yang dipunya. Tidak ingat, atau bahkan menolak, bahwa segala sesuatu sudah diaturNya sedemikian rupa. Sesuai kehendakNya, bukan menurut keinginan sesiapapun itu manusia.

Saya begitu, hingga suatu saat diberiNya kesadaran bahwa saya tidak ada apa-apanya. Hanya setitik debu yang setiap hari mencoba menghirup udara dalam naungan atmosfir sebuah planet mungil di jagad raya yang tidak bertepi ini. Jadi, siapalah saya, yang (sok-sokan) merasa semuanya ada dalam kuasa saya?

Sampai saat ini, saya masih suka lupa, dan masih saja berusaha melawan kebijakan alam, bahkan untuk hal kecil sekalipun. Menyuruh anak-anak sikat gigi, misalnya. Masih sering sambil gemas-gemas-geram, karena ingin semua ritual harian secepatnya beres paripurna dengan sikat gigi, cuci tangan, dan cuci kaki. 

Saya memaksakan kehendak dalam berikhtiar, dan sering tidak berpuas diri, atau bahkan ikhlas akan hasilnya. Merasa sangat mampu, hingga tidak mencoba berserah pada alur keadaan, malah bersikeras membengkokkan, atau meluruskan. 

Padahal alam sudah begitu bijak, membuat anak-anak berperilaku sesuai usia dan kodratnya, agar para ibu belajar kesabaran dan meluaskan kasih sayang. Hal-hal tersebut, yang membuat saya bersyukur karena dijodohkan belajar Mudra.

Mengapa Mudra?

Karena saya terheran-heran dengan anugrah alam yang luar biasa ini. 


Tidak pernah sebelumnya saya menyadari, bahwa setiap syaraf di jemari ini terhubung dengan rumitnya ke berbagai organ dalam tubuh. Hingga dengan saling menyentuhkannya saja bisa menstimulasi, meredupkan, bahkan meredam berbagai penyakit. Psikis dan fisik! Maha Besar Engkau, ya Rabb....

Kemudian kesadaran demi kesadaran lain mulai berguliran dalam diri saya. 

Kesadaran yang tidak perlu payah-payah dipikirkan, namun dipahami. Tidak juga diniat-niatkan untuk dirasakan, tapi semua indra mengerti. 

Misalnya saja, saya sadar bahwa saat ini sedang mengetik. Sambil bernapas, sambil tau bahwa angin berhembus, sambil mencium aroma masakan tetangga. Sadar. Sebuah hal baru yang aneh, tapi menyamankan.

Sadar itu layaknya waktu berjalan begitu lambat, hingga semua terasa bergerak dalam mode slow-motion. Lengang, tidak berpikir, tidak merasa, tapi mengerti bahwa semua berjalan sebagaimana mestinya. Sekali lagi, aneh, tapi nyaman. Begitulah, mohon maaf ya, saya tidak terlalu pintar mendeskripsikannya....

Dan itu saya dapatkan saat melakukan Mudra. 

Yuk, baca juga Berkenalan Dengan Mudra

Satu persatu, saya coba formasi-formasi jarinya. Awalnya tentu karena penasaran, dan mencari-cari jawaban dalam setiap gesturenya. Dalam diam, sambil menarik napas yang dalam, saya berusaha merasakan getaran yang ditimbulkannya. Pose ini, di sisi manakah kenyamanannya? Organ mana yang terstimulasi atau bahkan diredamnya? Apa efeknya?

Semua dilakukan dengan tenang, perlahan, mindful. Sampai tanpa sadar saya masuk dalam kondisi trance -ini istilah para Hipnoterapis saat pasiennya mulai bisa disisipi sugesti. Saya berada dalam posisi gelombang otak theta, biasanya di frekuensi 4-8 hz. Gelombang otak yang membawa pada perasaan-perasaan damai dan ikhlas, yang selama ini saya cari-cari....


Alasan tersebut membuat saya ingin belajar lebih tentang Mudra, untuk semakin banyak mengaplikasikannya demi menjalani hidup yang semakin damai di hati. Mudra membantu ibadah saya lebih khusyuk, ikhtiar saya lebih ikhlas. Mudra membantu menyelaraskan hati, pikiran, dan jiwa saya. Mudra membuat apa yang saya rasakan menjadi apa yang saya inginkan. Mudra merubah hidup saya, dan insyaaAllah memberi efek bola salju yang baik untuk keluarga saya.

Tidak hanya dalam lingkup keluarga, saya juga berdoa semoga apa yang saya tulis dan bagikan tentang Mudra ini juga menjadi arti bagi yang sudah mampir ke sini. Aamiin.

Mohon maaf atas segala keterbatasannya, terima kasih sebesarnya, dan mudah-mudahan membawa manfaat bagi teman-teman sekalian, ya. Yuk, ikut belajar, semoga jemari ciptaanNya ini semakin memberi arti. Be blessed!


Berikut adalah artikel-artikel tentang Mudra favorit saya yang turut menemani pembelajaran ini:


3. Untuk Kepercayaan Diri
4. Untuk Kebijaksanaan
5. Untuk Kebahagian Bathin
6. Untuk Kepribadian yang Baik
7Untuk Mengatasi Takut
8Untuk Melihat Inner Beauty


Atau, belajar berbagai pose Mudra lainnya pada:

9. Kumpulan artikel Mudra

"Mudra, a simple, easy, and free way of self healing"

Semoga bermanfaat,

post signature


Disclaimer: Mudra adalah sebuah bentuk pengobatan alami diri sendiri yang bisa menyembuhkan, tanpa efek samping. Tapi tentu saja, setiap manusia harus berikhtiar dalam sakitnya dengan menemui ahli-ahli medis. Bila diaplikasikan, Mudra akan seiring sejalan dengan pengobatan medis yang sedang dilakukan.

40 komentar:

  1. Aku baru tahu tentang Mudra ini Mba.
    Mau nyoba ah, mba. Penasaran deh.

    BalasHapus
  2. tapi mudra inibaiknya harus dilakukan dengan konsentrasi? atau bisa sambil santai?

    BalasHapus
    Balasan
    1. santai, ngga dipaksakan....nanti ketemu sendiri konsentrasinya :)

      Hapus
  3. Semua masalah tubuh bisa disembuhin sama Mudra, kereennn

    BalasHapus
  4. Saya baru baca sekali ini tentang mudra, dan masih belum paham "makhluk" apakah itu. Sepertinya harus menjelajah ke 26 artikel terkait yang ada ditulisan ini :)

    BalasHapus
  5. Aku juga baru tau. Wah harus banyak baca nih tentang mudra, terutama yang untuk kesabaran. Maklum emak-emak suka bawel hehe.

    BalasHapus
  6. Belajar merasakan & mengapresiasi hal2 yg kecil ya, Teh. Kayak bunga yg lagi mekar atau sesederhana tarik napas dalam-dalam tanpa alasan (misal bukan krn pas lg marah atau sakit :D). Mudra ini kayak menajamkan panca indera juga deh kayaknya. Soalnya pas ulu praktekin, kayak lebih fokus jadinya.

    BalasHapus
  7. Iya Teh, belajar ikhlas tuh susah pisan πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, berasa mampu n ga rela kl hasilnya ga sesuai yaa....

      Hapus
  8. Ikhlas itu pekerjaan hati, hanya Allah dan kita yang tau ikhlas atau tidaknya amalan kita...Hanya saja amalan baru bisa diterima Allah SWT kalau kita ikhlas semata-mata hanya karena Allah SWT. Itu kan makna ikhlas... :D

    BalasHapus
  9. senangnya bisa nemu cara penyembuhan yang aman dan menenangkan ya :)

    BalasHapus
  10. Subhanallah mudra itu pengobatan yang bersumber dari alam ya mba. Dimana alam itu berasal dari penciptaNya. Berarti mudra itu pengobatan yang berdasarkan ciptaan Allah. Keren 😍

    BalasHapus
  11. Teh Putu... Subhanallah... 😍

    BalasHapus
  12. Mudra ini bisa dikerjakan sendiri di rumah, tapi mungkin baiknya ada pembimbing yang expert kali ya teh, kaya teh Putu hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi.... yuk kapan-kapan belajar bareng

      Hapus
  13. Mudra? Kayaknya bukan saya aja ya yang baru tahu. COba ah mampir di artikel satunya. Makasih ya :)

    BalasHapus
  14. Insya allah Teh Putu, aku praktekan satu persatu.
    Sehabis sholat...
    Me Time nya pas jam-jam segitu soalnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mangga ^^ Abis sholat itu memang otak sedang rilek-reileksnya sih :)

      Hapus
  15. Ih keren. Baru tahu kalo mudra juga ada hubungannya dengan gelombang otak. Saya suka banget dengan ilmu ini. Perlu banyak baca lagi nih saya. Aplikasi gelombang otak ini ternyata banyak banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini aku sambung-sambungin aja, Ni. Sesuai yang dirasain. Mudah-mudahan pemahamannya bener, hahaha

      Hapus
  16. Trims info dan ilmunya mbaa, aku baru bgt tau ttng mudra. Sangat menginspirasi euy

    BalasHapus
  17. AKu kadang praktekin yg gerakan tangannya, tapi sambil nonton gitu.

    BalasHapus
  18. Oh, kesadaran ini yang Teh Putu maksud, ya, tentang komen di blog Ima. Menarik banget.

    BalasHapus