[] Bilik Menulisku: Mari Rencanakan Liburan dengan #Lebihbaik

Sabtu, 06 Agustus 2016

Mari Rencanakan Liburan dengan #Lebihbaik


(satu2nya foto yang selamat karena keburu diunggah ke sosmed)

Bertahun-tahun bertahan dengan stigma mainstream 'penat bekerja jadi butuh liburan', sekembalinya dari Seminar & Exhibition Roadshow 'Wujudkan Liburan Terbaikmu' di Paris Van Java, di akhir bulan Juli kemarin ini, pandangan saya tentang LIBURAN jadi berubah total! Para pembicara yang asli ketje-ketje badai, yang memang ahli di bidangnya, berhasil membuka mata saya mengenai liburan dalam arti sesungguhnya. So, impatiently, I came home to share my new knowledge to my dearest husband. Eagerly telling him what a vacation should be like. Sebuah liburan yang benar-benar menyenangkan, yang menyegarkan kembali pikiran, tanpa perlu pusing biaya, apalagi direpotkan oleh bayar cicilan karena pengeluaran membengkak hingga terpaksa mengeluarkan credit card!


Membaca salah satu quote di atas, saya jadi mengangguk-angguk sendiri. Benar juga ya , "Bepergian itu bukanlah hadiah karena sudah bekerja. Bepergian adalah pelajaran untuk kehidupan."

Nah, memangnya, gimana itu caranya?

1. Anggarkan Biaya!

Jadi maksudnya, liburan itu perlu 'sengaja' dianggarkan biayanya, dengan niat sepenuh hati untuk menyisihkan sedikit demi sedikit tiap bulan, dan bukannya bersifat 'tidak sengaja' karena dapet uang kaget/bonus, atau ngarepin gaji ke-13 dari kantor, misalnya, ahahaha! Dengan alokasi budget tersebut, niscaya seluruh pengeluaran akan tercukupi, dan liburan akan lebih terencana, dan nyata, ngga deg-deg ser, jadi apa ngga dapet bonus tahunannya! 

2. Sisipkan jadwalnya dalam Time Table.

Ini perlu. Banget! Karena jadwal kerja itu yang paling ngga bisa diajak kompromi! Jadi segeralah booking waktu yang lowong, dan catat di kalender yang ada di meja kerja. Ada satu tips lucu dari mbak Joyce yang juga penulis sebuah kolom Perencanaan Keuangan di koran Kompas, yaitu simpan sebuah gambar tentang tujuan wisata sebagai screen saver atau wall paper komputer dan handphone. "Biar kalo buka laptop langsung inget sama liburan!", kata penulis yang sudah menelurkan buku 'Selami Asuransi Demi Proteksi Diri' itu sambil tertawa renyah. Bener juga yaa, biar kebayang-bayang terus, ngga akan kelupaan, serta jadi penyemangat dalam bekerja. Hahay!

3. Be Smart!

Menurut si mbak yang orangnya asyik banget ini, kita juga harus pinter menyiasati rencana liburan. Caranya, harus rajin silaturahim dengan situs-situs jasa travelling untuk ngintip, siapa tau dapet tiket pesawat atau kereta yang murah, hihi! Kepoin juga situs-situs jasa penginapan yaa, karena banyak tempat selain hotel yang bisa diinapi dengan harga miring tapi tetap nyaman. Saya yakin deh, teman-teman pasti bangga dan hepi warbyasah kalo bisa dapetin tiket dan penginapan bagus dengan harga di bawah perkiraan! "Lumayan, selisihnya bisa buat beli oleh-oleh.", kata mbak Joyce. Oya, jangan lupa juga untuk memilih waktu yang non-peak season yaa. Karena tentu saja hari-hari libur dan tanggal-tanggal merah akan memaksa kita merogoh kantong lebih dalam untuk sebuah tiket dan penginapan!

4. Ngga usah Pamer

Nah ini agak susah, ahahahahah! Naluri show off memang selalu mengintai, apalagi didukung sepenuhnya oleh berbagai sosial media. Tapi ya itu, seandainya bisa, ngga usah bilang-bilang dulu kalo mau liburan. Soalnya budaya kita masih budaya minta oleh-oleh, hehe *ngetiksambilnunduk* Tapi ya terserah juga siy, namanya kepengin eksis. Masa udah sampe menara Eiffel trus ngga selfie.... --> kembali ke point sebelumnya adalah salah satu trik mengatasi masalah ini ; carilah tiket pesawat dan penginapan yang harganya rendah, supaya uangnya bisa buat beliin oleh-oleh!

Demikian menurut mbak Joyce Tauris Santi,
seorang ibu yang bergelar keren 'Certified Financial Planner'
bahkan sebuah liburan pun harus direncanakan segala 
sesuatunya.

*foto diambil dari kolom.kompas.com karena foto2 
yang saya dokumentasikan secara pribadi dihapusin
sama anak2, huaa! 




Tips-tips liburan berikutnya dipersembahkan oleh Mas Parmadi Budi Prasetyo. Seorang Travel Blogger yang sudah malang dan melintang mendapatkan banyak pelajaran hidup dari berbagai perjalanan. Tips-tipsnya menurut beliau antara lain;

*foto diambil dari akun linkedin mas Budi, lagi2 karena jepretan saya 
raib, hikshiks!





(1)Tentukan Partner travelling adalah yang paling utama. Iya siy, soalnya kan beda ya, kalau jalan sama keluarga dan sama teman. Beda persiapan, beda harapan. Maka dari itu, dengan siapa kita akan melakukan perjalanan itu menjadi dasar segala persiapan dan harapan. Setuju yes?

Selain itu, tentu saja selanjutnya adalah (2) menentukan waktu dan akomodasinya. Sekali lagi, tips 'pertemanan baik dengan situs perjalanan dan penginapan' muncul. Ya emang bener juga, situs-situs tersebut membantu sangat liburan kita! Blogger sekaligus fotografer profesional ini sampai pernah mengalami kejadian pahit tentang harga tiket, karena (sedikit) mengabaikan penawaran harga di sebuah situs jasa perjalanan. Jika saja ia segera meng-klik, mungkin tidak akan kehilangan sekian ratus ribu rupiah, karena harga yang dilempar ke publik itu sudah terlanjur naik. Jadi, sekiranya sudah mendapatkan harga yang miring, segera deal-deal-an ya, jangan nunggu harga yang lebih rendah lagi. Your luck might have left you then, qiqiqiq!

Hmm, jangan lupa juga siapkan per-dokumentasian dengan baik yaa! Negara-negara tertentu yang membutuhkan Visa pasti memerlukan waktu tambahan untuk pengurusan, jadi siapkan spare time yang cukup sebelum hari-H tiba. Di tempat tujuan, selalu bawa copy-an ID Card ya, supaya tidak disangka imigran gelap, hehe! 

Terakhir, mas Budi mengingatkan kita untuk selalu berusaha (3) beradaptasi dengan budaya lokal. Bersikap ramah dan santun dalam setiap perkataan dan tindakan, apalagi di negri orang, tanah orang, rumah orang, adalah suatu keharusan. Banyak sekali manfaat yang didapat dari prinsip ini, yaitu jaringan pertemanan, serta pengetahuan baru mengenai tempat-tempat asing tersebut. Kenal banyak orang sama dengan kenal budaya orang, bukan?


"Ya jelas ada hubungannya antara Sunlife dengan perencanaan liburan", begitu kata mas Fabie Farabie, ketika saya bertanya, "Terus apa hubungannya liburan sama Sunlife?".
*pics taken by sunlife_id instagram account

Selain tips dalam travelling plans, tentu saja Sun Life juga berbagi pengetahuan mengenai financial plan-nya. Asurasi Jiwa yang sudah berdiri sejak 151 tahun lalu ini memang sudah ahlinya dalam perencanaan keuangan. Dan baru saya ketahui melalui event seminar-road show ini, bahwa perencanaan keuangan itu bukan terbatas pada LIFE, HEALTH, RETIREMENT serta EDUCATION saja, loh! Bahkan liburan pun perlu direncanakan keuangannya. Supaya liburan akan benar-benar terasa liburan : menyenangkan hati, menyegarkan pikiran, memperkaya wawasan serta pertemanan, memberi arti, bahkan menginspirasi. Bukan sebaliknya, malah bikin sakit kepala karena budget membengkak tanpa persiapan hingga harus berhutang! Yuk, kita dengerin, eh, bacain, strategi-strategi dari duo petinggi Sun Life berikut :

>> Bapak Kaiser Simanungkalit, AVP Head of Branding Communication Sun Life banyak bercerita tentang pentingnya perencanaan keuangan. Liburan hanya satu 'kasus kecil' yang bisa saja salah planning dan end up-nya kacau balau. Bagaimana kalau yang salah perencanaan itu adalah tentang nilai ekonomi yang hilang karena nyawa melayang, kesehatan yang butuh rumah sakit, masa pensiun yang perlu dana, juga pendidikan anak-anak yang makan banyak biaya? Karena ternyata, hanya 10% saja dari masyarakat Indonesia yang sudah berasuransi, loh! *data dari press release Sunlife* Sedangkan sisanya belum bersedia ikut, atau bahkan tidak terlalu paham artinya.

>> Untuk itu, Mas Fabie Farabie, Senior Manager Digital and Social Media Marketing Sun Life menyambung pembicaraan dengan memperkenalkan Bright Advisor.co.id. Aplikasi canggih yang membantu masyarakat mengerti lebih jauh mengenai asuransi dan perencanaan keuangan. Di situs ini, siapapun boleh mengajukan pertanyaan mengenai perencanaan keuangan apapun demi masa depan yang #lebihbaik. Jadi silakan mengetik pertanyaan-pertanyaan :

(a) seputar biaya asuransi jiwa/kesehatan berikut dengan keluhan penyakitnya,
(b) tentang merencanakan dana pensiun di usia sekian-sekian,
(c) mengenai budget yang harus disiapkan bila anak mau melanjutkan sekolahnya ke luar negri,
(d) sampai curhat tentang rencana liburan!

Dan jangan khawatir, semua pertanyaan bersifat confidential alias rahasia, jika kita memang bercerita tentang masalah yang cukup pribadi. Jika hanya pertanyaan umum, bisa jadi cerita kita itu diangkat dalam situsnya, dijadikan materi FAQ yang bisa dilihat dan bermanfaat bagi banyak pemirsa Bright Advisor lainnya. Canggih kan!  

  Image result for fabie farabie sunlife
Bapak Kaiser dan Mas Fabie
*pic taken from bandungnewsphoto.com

Yaksiplah! Jadi next time, saya dan suami akan prepare more on our vacation, tapi tanya-tanya dulu ke Sun Life Bright Advisor. Supaya lebih mantap perencanaannya. Karena sejatinya liburan bukan hanya untuk 'hadiah' atas penatnya bekerja , tapi (mengutip dari kata-kata bagus di atas), 

"Kita bepergian bukan untuk melarikan diri (sejenak) dari kehidupan, namun sebaliknya, demi kehidupan agar tidak meninggalkan kita"
Yogyakarta-Klaten, Lebaran 2014


Wassalam, 
post signature

2 komentar:

  1. liburan memang penting banget mom, pa lgi yg rumahan gini..., biar buka wawasan, tipsnya jitu banget, perencanaan kudu serius yoh mom, selama ini asal sempat, budget cukup, brangkat....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mom Enci, ternyata liburan juga harus diseriusin perencanaannya :)

      Hapus