[] Bilik Menulisku: Diantara banyak Walker, Tuhan memilih Paul...

Selasa, 03 Desember 2013

Diantara banyak Walker, Tuhan memilih Paul...

Setiap perempuan yang suka nonton film, pasti punya aktor kesukaannya masing-masing. Yang tampan, bertubuh tegap, baik hati dan tidak sombong, rajin lagipula pintar...  (mas Boy dong.. :p ) Kalau saya yang ditanya, "Siapa aktor Hollywood favorit anda?", saya akan serta merta menjawab, "Paul Walker".


Yup, Paul William Walker IV. Pria tampan ini lahir 40 tahun lalu di Glendale, California, Amerika Serikat. Paul kecil menjalani hari-harinya menjadi anak sekolah, warga Gereja, lalu menamatkan kuliah menjadi sarjana bidang Marine Biology (Biologi Kelautan, dia suka sekali laut). Selain menjadi anak baik-baik, laki-laki bertinggi badan 1,88 meter ini juga ternyata patriotis, loh. Dia ingin terlibat dalam US Army saat pecah Perang Teluk. *untung ngga jadi...




Nah, terjawab kan, kenapa saya 'jatuh cinta' pada Paul..? Sudah ganteng, pintar, punya jiwa nasionalis yang tinggi, baik hati pula. Iya bener, beliau amat sangat baik hati dan tidak sombong. Saking tidak sombongnya, Paul sampe ngga pernah mau nontonin filmnya sendiri (kecuali saat pemutaran perdana). Jadi abis syuting, ikut nonton premiere, trus udah, ngga mau diliat-liat lagi. Malu, katanya, melototin dirinya sendiri. Beda banget sama saya anak-anak, yang kalo ngeliat kamera CCTV di toko elektronik, bawaannya langsung pengen mondar-mandir, biar bisa masuk tipi, hee... :p

Kalau melihat sesi wawancara Paul di sejumlah talkshow, pasti terlihat betapa rendah hatinya ia (iiih, jadi makin gemesin deh dia, kalo malu-malu gitu!). Apalagi ketika hadir di acara Ellen Degeneres, saat iklan Davidoff-nya tiba-tiba dimunculkan di layar. Paul sampai luar biasa terkejut (karena waktu itu, klipnya memang belum di-launch secara resmi ke publik) dan terheran-heran sambil tertawa menutupi wajah, menanyakan darimana Ellen bisa mendapatkan video itu. Iyah, si ganteng nan seksi itu didaulat menjadi bintang iklan parfum Davidoff Cool Water, sekalian berkampanye ‘Love the Ocean’ bersama National Geographic Channel, karena kecintaannya pada laut yang biru.


         Klik untuk klip iklan Davidoff Cool Water 

Kecintaan ini pun sering ini diwujudkannya dengan berselancar. Tanpa banyak orang tahu, diam-diam, aktor berbadan atletis ini suka surfing di Mentawai -sekalian mendukung petisi penyelamatan karang laut / Mentawais Reef- dan bahkan kabarnya, ia punya rumah peristirahatan di sana, loh. Sayang, dia ngga bilang-bilang sama saya. Kalo bilang mah, mau deh jadi tukang bawain handuk dan ngelapin keringetnya. *ngareep... Momen-momennya bersama laut bahkan divideokan dalam 'Shark Men' (dulunya Expedition Great White), sebuah serial yang juga tayang di National Geographic Channel, dimana Paul bersama kru turun ke laut dan men-tag beberapa Hiu Putih untuk kemudian diikuti perkembangannya lewat darat.

Dalam urusan akting ini, Paul ternyata sudah memulai karirnya sejak kecil, sebagai bintang iklan beberapa produk, seperti Pampers dan Coca Cola. Pada tahun 1986, Paul mengembangkan kemampuan dengan bermain peran di berbagai film seperti Into the Blue (2005), dan lain-lain. Ia mulai dikenal luas setelah membintangi film The Fast and the Furious sebagai Brian O'Conner, seorang polisi undercover yang berteman dengan seorang pembalap jalanan (Vin Diesel). Saking suksesnya sebagai film Box Office, Fast and Furious sampai dibuat menjadi serial, dengan aktor laga kita, Joe Taslim, ikut mengambil peran di seri keenam.

                            


Paul juga membintangi film drama berjudul Hours (sedianya akan premiere pada tanggal 13 Desember nanti), dimana Paul menjadi seorang bapak baru, yang bayinya lahir tepat saat wilayah tenggara Amerika dihantam badai Katrina. Pria yang memang aslinya punya seorang anak perempuan (Meadow Rain Walker, berumur 15 tahun) ini pun sedang menyelesaikan syuting Fast and Furious ketujuh, yang rencananya akan di-release bulan Juli tahun depan. *bakal nungguin banget dua film ini ^_^

Diantara yang lain, Fast and Furious-lah yang sepertinya menjadi film yang sangat berati bagi Paul. Selama 12 tahun terakhir (FF pertama dibuat pada tahun 2001), ia dan teman-teman sesama aktornya menjalin pertemanan yang sangat baik. Para bintang itu bahkan ikut menyumbangkan sejumlah dana kepada Reach Out World Wide. *ini menjadi bukti otentik lain bahwa Paul amatlah berhati mulia...

"ROWW is a network of committed professionals with first responder skill-set (including project management, logistics, heavy equipment operation, EMT, paramedic, firefighting, and healthcare, etc). The volunteers provide their expertise when disasters strike and augment local resources with the goal of accelerating relief efforts on a worldwide basis. ROWW has developed Standard Operating Procedures that facilitate arriving quickly, clearing access, providing basic necessities and medical assistance to ease the survivors pain and bringing hope in the bleakest of circumstances"

Paul Walker's Charity Fondation 



“Reach Out World Wide adalah jaringan profesional yang berkomitmen, dengan kemampuan sebagai responden pertama (termasuk manajemen proyek, logistik, operasi alat berat, EMT, paramedis, pemadam kebakaran, dan kesehatan, dll). Para relawan memberikan keahlian mereka ketika bencana menyerang dan meningkatkan sumber daya lokal dengan tujuan mempercepat upaya bantuan di seluruh dunia. ROWW telah mengembangkan Standard Operating Prosedur yang memfasilitasi tiba dengan cepat, membersihkan akses, menyediakan kebutuhan pokok dan bantuan medis untuk meringankan rasa sakit korban dan membawa harapan dalam keadaan yang paling suram”



 "When you put good will out there, it's amazing what can be accomplished." 
- Paul Walker, Reach Out WorldWide Founder
                                                       

Paul sedang membantu korban mendapatkan pengobatan

Ya, Paul menjadi Founder alias Pendirinya. Ia begitu sedih mengetahui bahwa beberapa Negara Asia Tenggara (terutama yang sering dikunjunginya untuk berselancar) sering mendapat cobaan bencana alam. Dan bukan hanya bicara, ia lalu mengambil aksi, menyingsingkan lengan baju dan pernah ikut terjun ke lapangan (tidak sering, karena katanya, “Saya bukan ahlinya, saya takut malah merepotkan/menyusahkan”). Rasa kemanusiaannya ini mengetuk hati sebuah pabrik peralatan berat terkemuka, STIHL, yang akhirnya ikut menjadi sponsor yang sangat membantu dalam medan-medan sulit di lapangan.

                                       Paul di lapangan, memegang gergaji mesin STIHL

Tampan, bertubuh indah (kalau bisa diibaratkan, sepertinya Tuhan sedang ber-mood baik saat sedang menciptakan Paul…), pintar, rendah hati, dermawan… Masih kurang kerenkah? Niy, saya tambahin daftarnya : Paul Walker tidak pernah memakai stuntman saat syuting. Sebegitunya menjiwai peran, semua adegan berbahaya dilakukannya sendiri, sampai ia pernah celaka dan mendapat operasi ACL (operasi yang berhubungan dengan lutut gitu deh..). Ah, lagipula, buat apa pakai peran pengganti, toh Paul sangat fit, karena ia adalah : pemegang ban coklat Brazilian Jiu-Jitsu! Keren kaaan?! *hmm, kayaknya aman dan nyaman banget deh, jadi pacarnya, ahiiiw…

Brown belt under Ricardo Franjinha ( Paragon BJJ-Brazilian Jiu Jitsu). 
  Ricardo's testimony : "Paul Walker had a very relaxed and smooth jiu jitsu" 

Daaan, si jagoan ganteng yang cool itu juga seorang pembalap! Bukan pembalap liar jalanan lho… Paul adalah pembalap profesional yang sering ikut ajang racing untuk AE - AlwaysEvolving Performance, sebuah toko Car Customization di California. Toko ini milik seorang pria berusia 38 tahun bernama Roger Rodas, dimana Paul memiliki share saham alias menjadi co-owner-nya. Keduanya menjadi teman baik karena ketertarikan yang sama : mobil balap dan rasa kemanusiaan.

Duo jago balap itu sering menjajal kemampuan di berbagai sirkuit, antara lain di Buttonwillow, atau seputaran California sana. Mereka juga pernah ber-racing team di Pirelli World Challenge Series. Saking sobatannya, Roger (yang juga berjiwa sosial tinggi, down-to-earth, dan adalah seorang ahli keuangan papan atas - pernah bekerja di Merril-Lynch/Bank of America) dipercaya Paul sebagai penasehat keuangannya, dan menjadi co-founder  ROWW. 

                                       
                                              Paul dengan salah satu mobilnya bersama AE


Dan... persahabatan satu hobi, satu visi, satu misi itu pun dibawa sampai mati…

Paul Walker tewas ditempat, dalam kecelakaan mobil tunggal di Santa Clarita, California, hari Sabtu 30-11-2013 kemarin, sekitar pukul 3.30 sore waktu setempat. Beritanya begitu menghebohkan, karena saat itu, ia sedang berada dalam sebuah Porsche Carrera GT, bersama Roger Rodas. Bukan.. bukan karena mereka sedang ikut balapan di jalan, walaupun penyebabnya bisa dipastikan karena speeding alias ‘ngebut. 



"Hey, let's go for a drive", begitu katanya pada Roger, sesaat sebelum melompat masuk ke mobil. Mereka berdua baru saja menghadiri sebuah acara amal, yaitu penggalangan dana ROWW untuk korban badai Hayyan di Pilipina. Charity Event itu digelar oleh AE, dan di-host oleh para pemain FF. Lalu, begitulah, mobil super cepat itu melesat, dan entah mengapa, lalu menabrak pohon dan terbakar. Paul meninggal sebagai penumpang, dengan Roger sebagai pengemudinya.




Paul Walker dan Roger Rodas, meninggal dalam keadaan yang sesuai dengan passion-nya 
kedua best friends forever ini : berada dalam 10-second car
dan setelah mengadakan charity event 

Duh, betapa sedihnya saya ketika mendengar berita itu. Saya ingat line-nya Paul di film FF :“Ride or Die”, atau kata-katanya sendiri : “If the speed kills me one day, don’t cry, because I was smiling.” Saya juga pernah membaca kesaksian salah seorang temannya, tentang keinginannya diberi tulisan “Was a good man and a kind person” dibatu nisannya. Lalu temannya itu berkata bahwa Paul adalah lebih dari sekedar orang baik, dia salah satu dari yang terbaik… Hiks

Seorang teman lain juga memberi tahu, bahwa sebelum pergi, Paul sangatlah bahagia. "Dia terlihat lebih bahagia dibanding sebelumnya. Menyapa semua orang dengan senyuman". Ia dikelilingi oleh teman-teman, menikmati obrolan tentang mobil, amal, badai Hayyan, juga bersenang-senang melihat hadiah-hadiah yang akan dikirim untuk anak-anak di Pilipina.

                                        Dengan seorang teman, beberapa saat sebelum pergi...

Kecelakaan maut itu sangat dekat, hanya berjarak 20 menit dari tempat diselenggarakannya acara. Para pegawai toko, teman, dan kolega bisa segera datang ke lokasi untuk berusaha memadamkan kobaran api. Seorang teman dekat Paul bahkan terlibat dalam usaha penyelamatan dramatis, hingga membakar lengannya sendiri dan sampai harus dirobohkan oleh petugas pemadam kebakaran, agar menjauh. Anak Roger yang berusia 8 tahun juga dilaporkan lari melompati pagar demi menyelamatkan sang ayah tercinta... :'(

Suami saya, yang tahu betapa istrinya sangat 'mencintai' Paul, sampai ikutan sedih, walaupun sempat bercanda, "Wah, kamu dapet warisan dong, Mam?". Wew ah... Tapi rasanya seluruh dunia pun merasa kehilangan. Bukan saja karena kehilangan aktor idola, tapi juga kehilangan seorang pahlawan yang menyentuh begitu banyak jiwa. Ia ibarat ‘malaikat’ yang sengaja dikirim Tuhan ke dunia, dengan begitu banyak kelebihannya, untuk menyerukan misi kepedulian bagi sesama, yang kemudian sesegera mungkin diambil kembali olehNya. Vin Diesel bahkan mem-posting tweet sebagai ungkapan duka cita, “… heaven has gained a new angel”




                                           # RIHAW ~ Rest In Heaven Angel Walker...

Ya, dunia telah kehilangan satu malaikat, dan surga bertambah satu. Walaupun tidak kenal, apalagi pernah bertemu, saya benar-benar turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian Paul. Ia adalah salah satu aktor yang begitu dicintai, idola yang dielukan, teman yang dihormati, ayah yang dikagumi, dan anak yang disayangi oleh semua kru, fans, rekan dan sahabat, saudara, anak dan juga orangtuanya. Paul juga telah merengkuh begitu banyak kalbu para korban yang ditolongnya....

Mengenai kepulangannya ini, Paul seakan sudah mendapat firasat. Ia berkata dalam sebuah wawancara, "Saya tidak tahu, apakah saya akan bermain di Fast and Furious 8 atau tidak...". Dan pada kesempatan lain, ia juga pernah bilang, kira-kira seperti ini kalimatnya, “Selama saya masih bisa mencari uang, saya bisa menyumbang untuk ROWW, tapi saya harap, lebih banyak orang yang bisa ikut menyumbang..” Ya, saya juga sungguh berharap bahwa yayasan kemanusiaan yang didirikannya atas dasar cinta kasih terhadap sesama itu terus berjalan dan semakin banyak membantu orang. Supaya namanya dapat selalu dikenang, dan kebaikan terus mengalir dalam ketiadaannya. Saya yakin Tuhan tidak akan melupakan jasanya…  


Beauty is not in the face. It is a light in the heart ~ Kahlil Gibran


Keindahan bukan terletak di wajah. Keindahan adalah cahaya di hati. Bagi saya, Paul punya keindahan pada keduanya. Rest in Peace in Paradise, dear Paul. We sure are gonna miss you!


PS : Berikut adalah sebuah Video Tribute yang didedikasikan untuk Paul *diambil dari Paul Walker dan Fast & Furious Facebook Fanpage. Such a beautiful tribute for such a beautiful person, inside and out... 

*bahan tulisan dan foto diambil dari berbagai sumber

9 komentar:

  1. hiks.. saya & suami penggemar paul walker :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiks, sama... Saya & suami (walaupun rada minder sm Paul, hehe), suka banget FF. Ngga akan sama lagi filmnya tanpa Paul ya... :'(

      Hapus
  2. mak..saya sampai buat FansFictionnya loh u si paul walker ini di blog fiksi saya dan skrg jd ga bisa dilanjutin orgnya keburu RIP...hiks....tapi krn doinya meninggal tulisan saya koq jd laris dan banyak yg minta diterusin, kyaaa sayanya yg ga tega...:(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaa... Saya mau banget dong baca, Mak. Mau dong link-nya, pliiis... *jeritanhatipenggemarberatpaul*

      Hapus
  3. Hallo mak, saya salah satu yang nge Fansss banget,,, saya syok, kaget begitu dengar berita dia Meninggal, jujur mak saya nangis baca tulisan mak ini,,, *nangis badai, ko berasa sosok orang yang kita kenal dekat ya yang meninggal. Padahalkan ketemu aja belum apalagi kenalan.
    Saya juga nunggu banget nih kedua film terakhir dia, semoga pas kita nonton kita g nangis dan bersedih hati ya mak... "ya ampun saya g bisa nulis, matta sayaa berkaca2...

    BalasHapus
  4. Iyaahhh, saya juga bengang-bengong ngga jelas pas denger beliau meninggal. Bener, rasanya kok dia orang yg dekat, ya..? Jadi kepergiannya bikin sedih banget... Hikshikshiks... *ngga jamin bakal ngga nangis kalo nonton filmnya :'(

    BalasHapus